Situasi Bencana Angin Siklon zeroja : Kota Kupang Mencekam

oleh -33 Dilihat
Tampak Situasi Jalan di Batas Kelurahan Bello,dan Kelurahan Kolhua-Maulafa kota Kupang, Pepohonan dan Tiang PLN masih terlihat belum terevakuasi sempurna.

Kupang,HRC-  Bencana alam yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur sungguh menjadi bencana Nasional yang harus mendapat perhatian serius  dari pemerintah pusat .

Minggu,(4/4/2021) menjadi hari bersejarah bagi seluruh masyarakat NTT terkhusus daratan pulau Timor  dan sekitarnya. Angin  siklon Zeroja yang melanda kota Kupang dan sekitarnya telah meninggalkan bekas traumatis bagi masyarakat pada umumnya.

Angin siklon Zeroja yang memporak-porandakan bangunan perumahan rakyat,tanaman, dan seluruh fasilitas umum ikut terdampak dapat menampakkan kota Kupang menjadi kota “mati” dimana seluruh aktivitas masyarakat kota menjadi lumpuh.

Kayetanus Corbafo salah satu warga masyarakat RT.07/Rw.03.Kelurahan Bello,Kec.Maulafa kota Kupang yang menjadi korban bencana alam angin siklon Zeroja kepada media independent Hak Rakyat menuturkan bagaimana dirinya berjuang menyelamatkan keluarga dalam situasi bencana yang sangat mencekam.

“Saya berjuang dalam situasi angin yang mencekam,membawa keluarga istri dan anak-anak berpindah dari ruang atas menuju ruang bawah. Angin datang bergemuruh menakutkan dan syukur, setelah kami di ruang bawah, ruang atas diterpa angin membelah atap rumah”ungkap kayetanus.

Pantauan media ini dilokasi kejadian menujukkan situasi porak-poranda dimana pohon-pohon bertumbangan serta atap rumah pun rubuh. Keluruhan Bello hampir seluruhnya mengalami kerusakan parah, rumah masyarakat,fasilitas umum seperti tiang PLN, tiang Telkom ikut bertumbangan.

Masyarakat Bello bergotong-royong ikut membantu membersihkan akses jalan umum dari tumbangan pohon. Hari pertama dan hari kedua setelah kejadian bencana masyarakat Bello serius bergotong-royong membersihkan akses jalan.

Ketua RT.07/RW.03 Bello, Usu Tuan ditemui media ini dilokasi kejadian menuturkan bagaimana warga masyarakat bello bergotong-royong membuka akses jalan dari pepohonan yang  tumbang ke badan jalan akibat badai siklon zeroja.

“warga masyarakat Bello khususnya beberapa RT bergabung bekerjasama membersihkan jalan maupun membantu masyarakat yang rumahnya tertimpa pohon atau rumah terangkat angin Puting beliung”tutur Usu Tuan.

Usu Tuan juga kepada media ini menuturkan bagaimana pemerintah tingkat RT melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak bencana alam ini. Menurutnya hampir seluruh masyarakat RT.07/Rw.03 mengalami dampak bencana tersebut. (Frondes)*

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

No More Posts Available.

No more pages to load.