23 Juli 2022 : Hari Kebangkitan Kembali Sonba’i di Pulau Timor

oleh -55 Dilihat

Kupang,HRC- Kisah perjalanan hidup Raja Sonba’i memerintah dan menguasai Timor pada umumnya sangat indah,unik dan menarik untuk diperdengarkan.Ratusan tahun silam Raja Sonba’i dengan kemegahan dan keperkasaannya memerintah rakyat Timor pada umumnya terkhusus rakyat Timor Barat mulai dari Kabupaten Bellu hingga Kota Kupang menjadi kisah sejarah hidup yang tidak termakan oleh waktu dan zaman.

Tepatnya Sabtu,23/7/2022 bertempat di Kali Noelmina perbatasan antara wilayah Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) telah terjadi peristiwa sejarah dalam keluarga besar Raja Sonbay dimana generasi emas Raja sonbay antara Sonaf Kauniki Kecamatan Takari Kabupaten Kupang dan Sonaf Fatumnutu Kabupten TTS melakukan pertemuan rokonsiliasi untuk pertama kalinya setelah kurang –lebih 270 tahun terjadi perpisahan antara kakak dan adik Raja Sobe Sonbai (Kauniki) dan Raja Tua Le’u Sonbai (Fatumnutu).

Perpisahan itu terjadi diperkirakan pada tahun 1752 dan pada tahun 2022 setelah generasi Sonbai yang ke-10 melakukan pertemuan rekonsiliasi untuk pertama kalinya.
Usi Igo Sonbai yang adalah generasi Sonbai ke-7 kepada media ini menuturkan bagaimana perencanaan untuk melakukan pertemuan keluarga besar sonbay Sonaf Kauniki dan Sonaf Fatumnutu telah dimulai sejak tahun 2012.

“Rencana untuk mempertemukan keluarga Sonbai dari Sonaf Kauniki dan Sonaf Fatumnutu sudah sejak tahun 2012 dan syukur tepat hari ini Sabtu,23 Juli 2022 rencana ini terwujud” Ungkap Usi Igo Sonbai.

Pantauan media Independen Hak Rakyat di lokasi pertemuan menunjukkan suasana pertemuan keluarga yang sangat sakral penuh rasa cinta dan kekeluargaan. Para anggota keluarga Usi Sonbai mengenakan busana adat Timor dan bertemu persis di pusat kali noelmina.

Sapaan adat natoni sebagai awal memulai perjumpaan itu, Seekor ayam jantan yang disiapkan dari Sonaf Kauniki dan seekor babi jantan dari Sonaf Fatumnutu disembelih dan darah ternak itu dialirkan melalui aliran sungai Noelmini sebagai symbol peristiwa masa silam telah berlalu dan sekarang persatuan dan kesatuan dibangun kembali dalam keluarga Usi Sonbai.

Emi Sitorus Sonbai,SH yang adalah cucu keturunan langsung Raja Sobe Sonbai III dari Sonaf Kauniki mengatakan pertemuan kembali keluarga besar raja Sonbai merupakan awal kebangkitan kembali kejayaan Raja sonbai.

“ Peristiwa hari ini merupakan sebuah peristiwa sejarah dalam keluarga besar Raja Sonbai.Dahulunya para leluhur kita berperang melawan penjajah namun di zaman kemerdekaan sekarang kita berperang melawan kemiskinan,kebodohan dan ketertinggalan. Untuk itu sudah saatnya bersatu untuk berperang melawan semua apa yang disebutkan tadi” Ungkap Emi Sonbay.

Sonbai Sonaf Kauniki

Pertemuan di Sungai Noelmini diakhiri dengan makan bersama di pusat sungai itu dengan seluruh bekal makanan yang disiapkan harus dihabisi di tempat itu dan tidak boleh dibawa pulang ke rumah. Pertemuan di Noelmina dilanjutkan lagi ke Sonaf Kauniki.
Perjalanan dari Noelmina ke Kauniki memakan waktu kurang-lebih 2 jam rombongan tiba disanah disambut dengan tarian adat dan natoni. Generasi emas,anak-cucu turunan Raja Sonbai berbaur jadi satu. Tangis-haru nampak dalam pertemuan itu sebagai sebuah kerinduan perjumpaan yang dinanti-dinanti selama bertahun-tahun telah tiba.

Sonbai Sonaf Fatumnunu

Akhir dari pertemuan di Sonaf Kauniki dilakukanlah pertemuan singkat dari perwakilan Sonaf Kauniki,Sonaf Fatumnutu dan juga Sonaf Koko di TTU. Isi dari pertemuan itu adalah membahas kegiatan pembangunan multidimensi dalam keluarga Usi Sonbai dan juga hal spesifik yang dibahas adalah mengenai peringatan 100 tahun mangkatnya yang mulia Baginda Raja Sobe Le’u Sonbai III pada 22 agustus 2022 di Sonaf Koko –TTU. (Frengco)***

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

No More Posts Available.

No more pages to load.