BPOM Kupang Selenggarakan Soft Lounching Inovasi 7 In 1: Aksi Peningkatan Daya Saing Produk Lokal

oleh -35 Dilihat

Pose Bersama Para Pemateri 

Kupang,HRC- Balai Pengawas Obat dan Makanan(BPOM) di Kupang merupakan badan vertikal Pusat yang ada di daerah hadir dengan tugas pengawasan sekaligus pembinaan terkait produk obat dan makanan di daerah yang layak memenuhi standar kesehatan.

Dalam rangka membina pelaku UMKM di NTT maka BPOM di Kupang,Selasa (21/6/2022) bertempat di aula BPOM di Kupang menyelenggarakan Soft Lounching Inovasi 7 in One sebagai sebuah aksi hebat perubahan peningkatan daya saing produk lokal dalam memasuki pasar global (ekspor).
Tiga orang nara sumber kompeten hadir dalam kegiatan tersebut memberikan edukasi publik kepada peserta yang pada umumnya adalah pelaku UMKM di NTT. Ketiga nara sumber itu adalah H.Mohamad Moa,S.Ag selaku sekretaris Satgas Halal Provinsi NTT memberikan materi terkait sertifikasi halal bagi produk olahan pangan UMKM. Selain itu juga Bobby Lianto,MM,MBA selaku Ketua Kadin NTT serta Kepala Balai POM di Kupang,Tamran Ismail,S.Si,MP hadir dengan topik Inovasi pendampingan UMKM 7 in one.

Ketua Kadin NTT,Bobby Lianto,MM,MBA tampil dengan topik Peran Kadin dalam pengembangan UMKM di NTT. Menurut Bobby,Kadin NTT sangat bereran aktif dalam memberikan pendampingan terhadap kegiatan pengembangan UMKM di NTT. “UMKM sebagai ujug tombak kemajuan daerah tentunya Kadin NTT senantiasa hadir mendampingi terkait bagaimana langkah dan strategi kemajuan UMKM di NTT” Ungkap Bobby.

Selain itu Bobby dalam menjawab media ini terkait bagaimana intervensi langsung Kadin NTT dalam peningkatan dan pengembangan UMKM di NTT tidak lain Bobby mengatakan terkhusus untuk dana sangat minim dan bahkan tidak ada ketersediaan dana untuk membantu para pelaku UMKM.

“Kita bukan lembaga pemerintah yang menyediakan dana untuk membantu pelaku UMKM,dalam kaitan pendampingan dan pembinaan untuk kemajuan UMKM tentunya Kadin NTT siap hadir” Tegas Bobby.

Tambah Bobby bahwa syukur untuk produk UMKM di NTT telah dipersiapkan memasuki pasar global dimana hasil produk lokal NTT telah diekspor dan menurut Bobby hal ini merupakan sesuatu kemajuan luar biasa yang perlu didukung mengangkat harkat dan martabat bangsa dan daerah ini.

Sementara hal yang sama disampaikan Kepala Balai POM di Kupang,Tamran Ismail,S.Si,MP dimana menurut Tamran kehadiran BPOM sebagai lembaga vertikal dari pusat yang ada di daerah tentunya senantiasa memberikan pendampingan yang maksimal dalam kemajuan dan pertumbuhan UMKM di NTT.

Kepala Balai POM di Kupang,Tamran Ismail,S.Si,MP

“ Komitmen mutu dari awal hingga akhir harus diperhatikan. Sebab kadang mutu produk hanya di awal-awal sangat diperhatikan mutunya namun setelah memasuki beberapa tahun sudah tidak bagus lagi mutunya. Hal ini yang harus diperhatikan oleh para pelaku UMKM.Dan ini juga adalah tugas kita dalam memberikan pendampingan” Ungkap Tamran.

Tamran menambahkan bahwa perlu disadari bahwa dengan keterbukaan dan persaingan pasar bebas dimana setiap produk memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing dalam pangsa pasar global maka sudah saatnya para pelaku UMKM harus senantiasa belajar terus-menerus berkreasi dan berinovasi sesuai tuntutan kebutuhan pangsa pasar.

“ Zaman dengan persaingan yang amat ketat ini sudah saatnya para pelaku usaha harus dituntut untuk terus-menerus belajar berkreasi dan berinovasi sesuai tuntutan kebutuhan pasar. Mutu didukung dengan design pucking juga menentukan nilai tarik dan nilai jual sebuah produk” Tegas Tamran.

Pantauan media ini pada kegiatan tersebut menunjukkan bagaimana antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan ini. Tampak peserta antusias bertanya terkait bagaimana daya upaya pengembangan UMKM dalam sesi dialog.

Tampak salah satu peserta bertanya terkait strategi pengembangan UMKM

(Frengco)***

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

No More Posts Available.

No more pages to load.