Remaja Putri Salah Satu SMA Negeri di Lewoleba-Nyaris Jadi Korban Perkosaan

oleh -53 Dilihat

Lembata,HRC- PUTRI SA—Sebut saja namanya demikian. Remaja putri kelas X salah satu SLTA Negeri di Lewoleba, Kabupaten Lembata berusia 15 tahun ini nyaris menjadi korban pemerkosaan lelaki paru yang berinisial RG, jika dirinya tidak melakukan perlawanan. Kasus inipun saat ini sedang ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Lembata. Korban Putri SA saat ini masih terbaring lemas tak berdaya dengan bantuan oksigen di ruang ICU RSUD Lewoleba-Lembata.

Alkisah, demikian Ans Dw, ayah kandung Putri WA menuturkan, putrinya baru mengenal RG, siswa salah satu SMA Swasta di kota yang sama, tiga hari yang lalu. RG tinggal dan menetap di Kampung Pada, Desa Pada, Kecamatan Nubatukan. Rupanya, perkenalan singkat melalui facebook itu mengantarkan keduanya bertemu, setelah sebelumnya, saling kontak, berkisah dan romantis melalui inbox.
Pucuk dicinta-ulampun tiba. Usai latihan senam di SLTA Negeri, tempat dimana Putri SA meramu ilmu pada Senin, 16 Januari 2023, sang Putri SA dijemput lelaki paru baya RG dengan motor vikson keluaran terbaru di depan bengkel Aluminium, jalan Lasitarda, Keluarahan Selandoro, sekitar pkl. 18.00, disaksikan sejumlah teman Putri SA yang sama-sama pulang dari latihan senam.
Ans Dw terus menuturkan bahwa kedua pasangan yang masih belia, anaknya SA dan RG kemudian melintasi jalur utama Trans Lembata ke wilayah Barat-pemukiman Pada, Kelurahan Lewoleba Utara, Kecamatan Nubatukan.
Namun, apa yang terjadi, malang tak dapat ditolak-untung tak dapat diraih. Nas menimpa Putrinya. Sekitar pkl. 19.00, dirinya mendapatkan telpon dari KL seorang guru dan DT seorang sopir picup yang memberikan pertolongan kepada putrinya yang kedapatan bersimbah darah dengan lebam pada mata kiri dan darah yang keluar dari telinga kiri, yang tergeletak di pinggir jalan Trans Nagawutun Kampung Pada.
DT dan KL kemudian membawa Putri SA ke ruang ICU RSUD Lewoleba.
Begitu mendengar telpon, ayahanda Putri WA sontak bergerak menuju ke RSUD Lewoleba demi menemui putri keduanya. Tetapi apa yang terjadi, kejadian beruntun menimpah putrinya, usai muntah darah sebanyak tiga kali, putri wa kemudian pingsan dan tidak sadarkan diri.
Rupanya, dewi fortuna menolongnya, setelah siuaman, Putri WA menyebut nama RG kepada ayahnya sebagai lelaki yang menjemputnya di Bengkel Aluminium-Lasitarda. Ayah korban Putri WA mengambil keputusan menempuh jalur hukum dengan melaporkan peristiwa yang menimpah putrinya yang terindikasi kuat dilakukan RG sebagai orang terakhir yang bersama putri SA.
Laporan itu dilakukan sejak pkl. 2.50-pkl.03.00 tadi malam yang diterima oleh BAMIN SPKT Mulyono, Brigadir Polisi Kepala NRP 84071660 sebagai tindak pidana penganiayaan dengan Pengaduan Nomor LP/B/06/1/2023/SPKT/RES LEMVATA/POLDA NTT tanggal 17 Januari 2023 di Kepolisian Daerah NTT, Resort Lembata dengan surat tanda penerimaan laporan nomor STPL/06/1/2023/NTT/RES LEMBATA. Keluarga berharap agar pihak Polres Lembata segera membekuk GR untuk dimintai keterangan.
Saat ini unit PPA Polres Lembata sedang melakukan konfirmasi terhadap pelapor yaitu orang tua korban Putri WA dengan sejumlah saksi.
Kasat Reskrim Polres Lembata Wayan Pasek yang dikonfirmasi diruangnya berjanji untuk segera mengambil sikap sesuai prosedur hukum setelah terlebih dahulu mendalami ‘kasus’ ini. [sabatani]

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

No More Posts Available.

No more pages to load.