Saat Tangan Kasih Bupati Simon Merangkul Hangat Sesilia

oleh -40 Dilihat

Malaka, HRC- Usai mengikuti Perayaan Ekaristi Misa Hari Minggu Biasa XXI dalam Kalender Liturgi Agama Katolik di Paroki Santo Yohanes Pemandi Kaputu, Minggu, 21 Agustus 2022, Bupati Malaka, Simon Nahak, SH, MH menyapa satu per satu anak sekolah dan pelajar yang berjejer di depan pintu dan halaman gereja.

Bupati Simon menebarkan senyum sepanjang berjabat tangan sambil menepuk bahu setiap anak, perempuan dan laki-laki, besar dan kecil. Anak-anak pun membalasnya dengan mencium tangan Bupati Malaka yang low profile.

Ketika tiba pada seorang anak, Bupati Simon sedikit tertegun. Berhenti sejenak sambil menatap dalam. Lantas Bupati Simon merangkul didampingi Kepala Puskesmas Kaputu. Tanpa melepas tangan yang masih berjabat, Bupati Malaka berdialog dengan anak itu.

Dengan suara yang tertahan, dia menyebut namanya Sisilia Muti, umur 17 tahun dan sementara mengenyam pendidikan di SMA Kaputu kelas satu. Dengan mata berkaca-kaca, Sisilia menatap wajah Bupati Simon yang menunduk, merunduk hingga hampir sama tinggi dengan dirinya yang mengenakan kemeja coklat dan rok putih bercampur merah.

Bupati Malaka lalu mengundang Sisilia yang akrab disapa Lia oleh teman-temannya untuk makan bersama di pastoran.

Ketika dikonfirmasi di Kaputu, orang nomor satu di Malaka itu mengatakan Pemerintah Kabupaten Malaka, Provinsi bahkan Pusat memberikan perhatian penuh dan serius pada stunting, seperti Sisilia dan teman-temannya.

“Kita sementara konsen penuh untuk penanganan dan pencegahan stunting sehingga melihat anak-anak seperti ini, hati saya sangat tergerak,” ungkap Bupati Simon yang bergelar doktor Hukum Internasional ini.

Bahkan bukan saja hati yang bergerak, tapi sudah ada aksi di lapangan melalui pemerintah desa dan kecamatan.

“Kita sudah melakukan pendataan di desa dan kecamatan untuk anak-anak yang stunting. Agar diberi perhatian khusus oleh pemerintah. Bersyukur sampai dengan saat ini, angka penurunan stunting turun secara signifikan mencapai 18 persen,” jelasnya.

Kepada Camat, Kepala Desa, para Guru dan stakeholder lainnya, Bupati Simon yang berpredikat pengacara itu meminta agar selalu memperhatikan masyarakatnya sambil berpegang teguh pada prinsip Bonum Commune Suprema Lex, hukum yang tertinggi adalah kesejahteraan rakyat.

Sesuai informasi dari Kapus Kaputu, untuk Kecamatan Sasitamean terdapat 52 orang anak dengan stunting yang mesti butuh penanganan khusus. (Eky luan)

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

No More Posts Available.

No more pages to load.