SDK Muder Teresa Kota Kupang:wajah baru sekolah swasta pijakan dasar pembangunan SDM Indonesia

oleh -38 Dilihat

Kupang,HRC- Sekolah dasar (Elementary School) merupakan pijakan awal langkah dimulainya seseorang mengenal ilmu dan mengenal kehidupan ini.

Sebagai dasar sudah tentu kekuatan dan kekokohan manjadi bagian yang tak terpisahkan dari ada nya ada itu.

Sekolah dasar katolik Muder Teresa Kota Kupang adalah salah satu sekolah dasar yang ada di kota Kupang dengan mengemban spirit Muder Teresa dari calkuta yakni berpihak kepada Yang sederhana dan yang tak berdaya.

Kepala sekolah SDK Muder Teresa Kota Kupang, Maria M. E. Kusdiningsih, S. Pd kepada media Independent Hak Rakyat menjelaskan terkait kegiatan belajar- mengajar pada sekolah ini. Menurutnya pelaksanaan KBM tatap muka terbatas tetap dilaksanakan dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) serta sarat dan anjuran yang dikeluarkan dinas teknis menjadi pedoman dan acuan dalam pelaksanaan KBM tatap muka terbatas pada SDK Muder Theresa.

” Kita tetap mematuhi Prokes Dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas. Setiap fasilitas kesehatan seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer, Tisu dan lain-lain kita siapkan secara maksimal” Jelas Maria.

Lebih lanjut menjawab media ini terkait Dukungan rill pemerintah kota Kupang dalam kemajuan sekolah ini tidak lain Maria mengatakan sarana-prasarana Pendidikan pada sekolah ini yang bersumber dari dana Alokasi khusus (DAK) sudah beberapa kali diperoleh dan untuk itu menurut Maria pemerintah sungguh menaruh perhatian pada sekolah ini.

” Kalau untuk dukungan rill pemerintah jelas kami dapat beberapa kali bantuan bersumber dari dana DAK pemerintah kota Kupang dan hal ini bagi kami pemerintah sungguh memperhatikan sekolah ini” Ungkap Maria.

Selain itu juga senada dengan kepala sekolah, Vinsensia Habu,S.Pd selaku Wakasek Kurikulum dan Christiyanti Abel, S.S Guru Bahasa Inggris
Simon Laga Doni, S.Pd ( Guru kelas VI ) menjawab media ini terkait tingkat kesulitan yang dialami saat menjalankan tugas sebagai pendidik di masa pandemic Covid-19.

” Satu kesulitan yang kita alami pak yakni bagaimana kita laksanakan KBM secara jarak jauh dan tentunya banyak siswa yang tidak mengikutinya secara baik dan benar” Jelas Laga Doni.

Perlu diketahui sekolah ini berdiri sejak tahun 2007, dengan jumlah peserta didik untuk data Dapodik sebanyak 195 siswa dan untuk tenaga pendidik sebanyak 12 orang. Sekolah ini dari sisi penilaian akreditasi meraih nilai B.
(Tim Hak Rakyat)*

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

No More Posts Available.

No more pages to load.