406 Siswa SMAN 7 Kota kupang Ikut USBN 2021

oleh -37 Dilihat
Tampak Siswa SMAN 7 Kota Kupang sedang mengikuti USBN di Sekolah tersebut.

Kupang,HRC- Sebanyak 406 siswa kelas XII Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 7 Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (Prov.NTT) mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) TA.2020-2021.

Pelaksanaan USBN ini berlaku secara offline dimana sebanyak 406 siswa ini dibagi dalam dua sesi dengan per kelas sebanyak sepuluh siswa dengan penerapan ketat protocol kesehatan (Prokes) Covid-19.

Pantauan media Independen Hak Rakyat dilokasi pelaksanaan ujian menunjukkan situasi pelaksanaan USBN berjalan lancar tanpa ada hambatan dan halangan apapun. Mauren Indriyani Ndun kelas XII IPS2 Salah satu siswi peserta USBN kepada media ini menuturkan bagaimana dirinya bersama kawan-kawan seangkatan mempersiapkan diri mengikuti ujian tersebut.

Indriyani mengatakan dalam situasi yang sangat  sulit dimana pandemic covid-19 yang menuntut system pembelajaran secara daring memaksa setiap siswa untuk mempersiapkan diri secara baik meskipun sangat tidak maksimal dikerenakan banyak factor keterbatasan salah satunya gangguan jaringan maupun minimnya penjelasan maksimal dari pendidik/guru yang sangat terbatas.

“Sangat beda antara belajar di rumah dan di sekolah,kalau di sekolah siswa tidak tahu dapat bertanya kepada guru tapi kalau di rumah hanya berlaku modul maka kurang efektif”ungkap Indriyani dengan polos.

Hal yang sama juga disampaikan guru pengawas USBN, Dra. Mariana Florencia Lay dimana dirinya menjawab media ini terkait kesiapan dewan guru dalam menghadapi pelaksanaan USBN. Menurut Florencia Lay kesiapan dewan guru SMAN 7 tetap berlaku sebagaimana mestinya meskipun ada tantangan pandemic covid-19.

“Kita sebagai guru tetap siap jalankan tugas seperti biasa. Ada Modul pelajaran yang kita persiapkan lalu foto copy dan bagikan kepada setiap peserta didik. Kita jalankan tugas sebagai guru seperti biasa”Jelas guru PKN yang sudah mengabdi selama 22 tahun di sekolah ini.

Kepala SMAN 7 Kota Kupang, Drs. Vinsensius Sasi,Mpd.

Kepala SMAN 7 Kota Kupang,Drs.Vinsensius Sasi,MPd kepada media ini di ruang kerjanya kamis,(15/04/2021)mengatakan pelaksanaan USBN di SMAN 7  berlaku selama satu pekan dimulai sejak selasa (13/04/2021)hingga senin,(19/04/2021) dalam pelaksanaan ujian ini terpaksa dilakukan secara tatap muka dengan ketat penerapan protocol kesehatan (Prokes) dimana setiap kelas hanya menampung sepuluh siswa.

“Kita terpaksa harus melakukan USBN secara tatap muka Karena kondisi kita yang sangat tidak memungkinkan. Badai angin Seroja dan covid-19 melumpuhkan system pelayanan sehingga kita harus berani lakukan ujian USBN secara tatap muka dengan tetap mematuhi prokes covid-19” jelas Vinsen Sasi.

Lebih lanjut Vinsen mengatakan ada tiga tahap pelaksanaan USBN dimana secara tatap muka, serta ujian susulan bagi peserta USBN yang sedang berada di luar pulau Timor karena terdampak badai Seroja. Bagi peserta USBN susulan akan dilakukan secara online dimulai tanggal 20 April hingga 25 April sedangkan bagi peserta USBN yang sedang sakit tidak berdaya akan diberlakukan Portofolio dimana hasil ujian semester dua hingga semester lima dapat direkap ulang untuk siswa yang bersangkutan dapat memperoleh haknya.

“Tentunya ada ujian susulan bagi siswa peserta USBN yang sedang berada di luar pulau Timor karena kondisi terdampak badai angin siklon Seroja,bagi peserta siswa seperti ini akan diberlakukan ujian online sedangkan bagi mereka yang sedang sakit atau tidaak berdaya untuk mengikuti ujian baik tatap muka maupun online akan diberlakukan portofolio”ungkap Vinsen Sasi.

Sementara di tempat terpisah Kepala Dinas(Kadis) Pendidikan Dan Kebudayaan (P&K) Provinsi Nusa Tenggara Timur(Prov.NTT), Linus Lusi,S.pd.MPd ditemui media ini di ruang kerjanya Kamis,(15/04/2021) petang kepada media ini menjelaskan bagaimana hakekat pelaksanaan USBN tingkat SMA/SMK di NTT.

Tampak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov.NTT ,Linus Lusi,Spd,Mpd bersama Pemimpin Redaksi media Independen Hak Rakyat, Bung Frengco Corbafo dalam Dialog interaktif di Dinas P&K NTT.

Menurut Linus pelaksanaan USBN merupakan tuntutan negara yang harus dilaksanakan demi mengukur kemampuan generasi Indonesia dalam satu system tahun ajaran berjalan.

“Pelaksanaan USBN adalah satu tuntutan Negara terkait bagaimana mengukur kemampuan satu generasi Indonesia dalam satu sistem tahun ajaran berjalan. Hal ini  dilakukan oleh setiap SMA /SMK di NTT meskipun dalam situasi yang sangat terbatas karena covid-19 dan badai siklon Seroja yang memporak-poranda NTT”. tandas Linus Lusi.

Lebih lanjut Linus menambahkan bahwa pelaksanaan USBN berlaku secara lokalistik dimana setiap kepala sekolah bertindak penuh bertanggung-jawab terhadap pelaksanaan USBN di sekolah masing-masing. “Dalam situasi yang  sangat kritis ini tentunya setiap kepala sekolah SMA/SMK harus berani membangun terobosan melakukan USBN guna memenuhi tuntutan hak anak  didik”. Jelas Linus. (Frengco/esy)*

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

No More Posts Available.

No more pages to load.