Amat Buruk Kinerja Pelayanan Bank NTT Cabang Maumere: Nasabah Minta Cabut Jabatan Kepala Cabang

oleh -67 Dilihat

Kupang,HRC- Sebagaimana diberitakan sebelumnya oleh media ini bahwa kinerja pelayanan Bank NTT terkhusus Bank NTT cabang Maumere menyimpan bekas luka pada hati nasabah. Nasabah yang sesungguhnya adalah jantung yang mengalirkan darah kehidupan bagi pertumbuhan dan perkembangan Bank justru dipandang dan diperlakukan oleh pihak bank NTT cabang Maumere dengan sebelah mata bahkan justru diperlakukan tidak manusiawi.

Terdapat banyak nasabah bank NTT Cabang Maumere yang mengadu kepada media ini terkait pelayanan buruk Bank NTT cabang Maumere,salah satu nasabah yang diperlakukan bank NTT cabang Maumere dengan tidak etis adalah Laurensius Nong Sentis,S.Ag.
Nong Sentis menjadi nasabah Bank NTT dan melakukan pinjaman kredit pada Bank NTT cabang Maumere sejak tahun 2008 saat dirinya masih berstatus CPNS. Pinjaman di Bank NTT sudah dilakukan kurang-lebih sebanyak enam kali dan dirinya selalu melunasi kewajibannya tepat waktu. Namun anehnya ketika dirinya meminta kembali haknya yang dijaminkan selama ini pada bank malah pihak bank mempersulitnya dengan selalu menunda dengan alasan tidak logis. Malahan persoalan ini oleh Nong Sentis dilaporkan ke kepala dinas Pendidikan Kabupaten Sikka sebagai pimpinannya namun juga tidak membuahkkan hasil yang maksimal.

“ jujur saja Pak, Saya melakukan pinjaman di bank NTT sejak tahun 2008 dan sudah beberapa kali saya pinjam di bank NTT cabang Maumere. Pinjam terakhir pada tahun 2019 dan saya kembalikan Rp.271.365.000,00. Ada semua bukti riil tertera.Di saat saya telah melunasi pinjaman sudah pasti saya harus terima kembali hak saya yakni SK yang saya jaminkan namun anehnya sejak januari hingga April saya harus bolak-balik menghadap petugas bank dengan jawaban yang tidak pasti. Saya korban waktu,korban materi,korban perasaan selama berbulan-bulan menghadapi petugas bank NTT cabang maumere. Saya tuntut kerugian saya terhitung puluhan juta rupiah harus digantikan Bank NTT cabang Maumere” Ungkap Nong Sentis dengan tegas.

Lanjut Nong Sentis bahwa Bank NTT tidak transparan disaat sosialisasi program perkreditan dihadapan guru-guru di Kabupaten Sikka. Ada ketertutupan terhadap salah satu point dimana disaat pelunasan berlaku 12 kali lipat pokok pinjaman.

“ 12 kali pokok pinjaman disini saya contohkan seperti ketika saya pinjam Rp.1000 maka disaat kembalikan harus Rp.13.000. Jadi ini yang tidak disosialisasikan pihak bank NTT,seandainya kalau hal ini disosialisasikan maka saya yakin bahwa saya dan teman-teman guru tidak akan mau untuk kredit di bank NTT” Tandas Nong Sentis. Lebih menyedihkan lagi lanjut Nong Sentis bahwa ketika hendak melunasi pinjaman terjadi tawar-menawar seperti seorang penjual sayur di pasar dan bahkan tulis tangan manual ketika dirinya meminta print out data keuangan miliknya.

“ Saya heran bank NTT yang sudah maju seperti ini masih berlaku tulis tangan manual, dan jujur saja pak hak saya 5 persen dalam rekening sebesar Rp.13.500.000,00 dicuri oleh pihak Bank NTT cabang Maumere .Dan karena saya tegas menolak untuk bayar 12 x maka dari pihak bank hanya memberlakukan 3 x bagi saya. Saya dalam hati bertanya berarti selain saya sudah ada banyak nasabah yang diperlakukan seperti saya namun hanya mereka diam tidak mau bersuara ke media” Pungkas Nong Sentis.

Bahkan heran Nong Sentis bahwa bukan hanya Rp.270.000.000,00 yang disetor dalam melunasi kreditnya.Uang yang disetor sebanyak Rp.271.365.000,00 namun anehnya yang terprint dan terbaca hanya Rp.270.000.000,00 lalu kemanakah kelebihan uang Rp.1.365.000 ? Menurut Nong Sentis tindakan semacam ini adalah modus pencurian uang nasabah secara halus dan harus mendapat perhatian secara serius dari semua pihak terkhusus para nasabah.

“ Ada empat tuntutan saya yang perlu saya sampaikan ketika bertemu Direktur Utama Bank NTT di Kupang. Selain itu saya juga minta copot jabatan kepala cabang Bank NTT Maumere yang terkesan angkuh dan sombong dalam melayani nasabah” Pinta Nong Sentis.

Selain itu kepala Bank NTT Cabang Maumere,yosefina G.Lely kepada media ini melalui pesan WA mengatakan pihaknya bekerja berdasarkan aturan yang sama dari kantor pusat serta pengaduan nasabah tidak bisah terjadi sebelah pihak tanpa bukti.

“ iya,..tidak bisa pengaduan sebelah pihak tanpa bukti….. kami kerja berdasarkan aturan yang sama dari kantor pusat..kalo omong tentang bank NTT,berarti bank NTT secara keseluruhan,bukan hanya 1 cabang saja….” Pesan Lely singkat jawab media ini via WA.

Lebih lanjut terkait pengaduan Nong Sentis menurut Lely bahwa pihak bank NTT cabang Maumere telah menyiapkan seluruh dokumennya secara lengkap. “ iya…mama dengan team sudah siapkan berkas2 pak sentis punya.Data ada semua..” Ungkap Lely dalam tulisan WAnya kepada media ini.

*** Perlu diketahui bahwa selain Laurensius Nong Sentis,S.Ag masih terdapat antrian panjang pengaduan Nasabah Bank NTT cabang Maumere kepada media Independen Hak Rakyat. Dan tentunya media ini akan siap mendengar dan mempublikasikan setiap keluhanan nasabah Bank NTT dengan didukungan data dan dokumen riil. (Dewan Redaksi)***

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

No More Posts Available.

No more pages to load.