Rendah Partisipasi, Rombongan Belajar Siswa SMPK Hewarbura Terancam Tutup

oleh -51 Dilihat

Sikka,HRC- Sekolah SMPK Hewarbura yang awal dirintis 1958 dengan nama Sekolah Perak (Pendidikan Rakyat Kangae ),dan setelah berjalan selama tiga tahun yakni tahun 1961 di ganti dengan nama Hewarbura sampai saat ini,terancam tutup kalau tidak ada  perhatian dari pemerintah .

Demikian pernyataan Kepala sekolah Hewarbura Paulus Suparman di lapangan sekolah tanggal 31 Agustus 2022, di Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang,pada saat sore hari ketika di jumpai media, Paulus Lebih lanjut menjelaskan bahwa 7 tahun terakhir data menunjukan jumlah siswa yang belajar di sekolah ini mengalami penurunan dari sebelumnya,9 kelas menjadi kini tersisa hanya 3 kelas rombel belajar .

Keluhan ini di beberkan oleh Kepsek SMPK Hewarbura dihadapan Pemdes,Alumni,dan tokoh masyarakat.

“Jika tidak ada Perubahan,Perhatian ,baik dari masyarakat dan Pemerintah dapat di pastikan sekolah ini akan tinggal nama “Tandas Paulus .

Karena itu lanjut Paulus jalan keluarnya cuma satu,yaitu mendorong dan memastikan status sekolah ini menjadi sekolah negeri,sehingga segela pembiayaan menjadi tanggung jawab negara.

Dari catatan HRC sejak berdiri tahun 1958,Sekolah ini telah  menghasilkan banyak Sumber Daya Unggul” Dan jika tradisi ini masih di Pertahankan tidak ada pilihan lain harus di Negerikan karena sekolah ini sudah tidak mampu membiayai dirinya.

Inisiatif Kegiatan yang di laksanakan hari ini sesungguhnya,mengajak semua pihak terutama Pemerintah untuk Memperjuangkan Status Swasta menjadi Sekolah Negeri, lanjut Paulus .

PJ Kades Kajuwair  Elvina Empi pada kesempatan yang sama menyatakan dukungan atas usulan ini,karena menurut beliau sudah perna di bahas di sejumlah Musyawarah Dusun .

” Perintah Desa akan melakukan Konsultasi dan Koordinasi dengan Dinas terkait perihal Fasilitas Pendukung dan Kelengkapan Administrasi.”tegas PJ Kajuwair.

Salah satu tokoh masyarakat yang menjabat juga sebagai wakil kepala sekolah yang hadir pada saat itu juga menyampaikan harapannya agar mimpi ini dapat di dukung ole,Kepala Dinas Pendidikan, DPRD kabupaten SIKKA dan Pemerintah Kabupaten SIKKA.

“Kami sangat memohon kepada pemangku pemangku Pemerintahan tolong perhatian terhadap Sekolah kami yang sudah  di ujung kehancuran.”ujar Firmus dengan nada memohon .

Sementara Dari Tokoh Pemuda Albertus Henderikus Himong Yang hadir saat itu juga,Sangat Mengharapkan Untuk Semua Elemen Masyarakat Dan Semua Alumni Untuk Kita Sama-sama Satu Hati, berpikir agar Sekolah Yg Menjadi Kebanggan Masyarakat, dimana Sekolah Ini Telah Menghasilkan orang-orang Hebat Di Nian Tana Sikka Ini bisa diselamatkan dari ambang Kehancuran. (Icha)***

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

No More Posts Available.

No more pages to load.