Guru Berbuat Mesum Di Sekolah Disaksikan Siswa: Anis Mase Dukung,Tidak Tahu Etika

oleh -46 Dilihat

Oelamasi,HRC- Anis Mase kini menjabat sebagai wakil ketua II DPRD Kabupaten Kupang,sudah tiga periode Mase terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Kupang dari partai PDIP namun sayangnya Mase yang seharusnya menjadi prototype dan figure publik ini justru dalam banyak hal Mase menunjukan sikap komunikasi yang tidak terpuji bahkan terkesan tidak tahu memposisikan diri dalam sistim komunikasi structur organisasi.
Hal ini disampaikan Kepala SMPN Fatuleu Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (Prov.NTT) dihadapan wartawan saat jumpa pers di Warung Gado-gado Kedai Java Kota Kupang Minggu,(15/5/2022).

Kepala SMPN Fatuleu,Florince Lumba,Spd didampingi suami dan Ketua Komite Sekolah menyampaikan kepada wartawan bahwa terdapat pasangan guru di Sekolah itu yang menjalin hubungan khusus bahkan terkadang pasangan guru ini lakukan mesum di Sekolah dan disaksikan oleh siswa-siswi di Sekolah itu.

Florince menambahkan bahwa sebagai seorang pimpinan dalam satuan pedidikan tersebut tentunya dirinya bertanggungjawab penuh terhadap maju-mundurnya sekolah itu. Dan untuk itu setiap peristiwa kejadian di sekolah dirinya harus mengetahui dan mengatasinya secara bijaksana.

“ Terdapat dua orang guru yang masih berstatus honor dan kontrak daerah,dua guru ini bukan rahasia lagi namun sudah terang-terangan lakukan maksiat. Saya sudah berulang kali tegur namun tetap saja mereka lakukan.Bahkan pernah di ruang lab biologi mereka dua lakukan mesum disitu dan sempat disaksikan oleh empat orang siswa.Empat siswa ini bukan lapor ke saya namun lapor ke orang tua dan orang tua siswa pagi-pagi sudah hadir di Sekolah untuk bertemu saya guna sampaikan kejadian apa yang disaksikan siswa. Saya akhirnya meminta keempat siswa itu untuk bertemu saya di ruang kelas setelah kegiatan belajar-mengajar hari itu. Dan empat siswa ini menyampaikan sesuai apa yang mereka saksikan” Tutur Florince.

Menyikapi peristiwa ini sebagai seorang penanggungjawab utama pada sekolah itu tentunya dengan sikap bijaksana seorang pemimpin harus berani mengambil sikap tegas dengan memberhentikan dua orang guru tersebut berdasarkan petunjuk kepala dinas pendidikan kabupaten Kupang dan Bupati Kupang. Namun ketika Florince memberhentikan dua guru tersebut terdapat oknum Wakil ketua II DPRD Kabupaten Kupang,Anis Mase menelepon Florince dengan ancaman akan memberhentikannya dari jabatan Kepsek.

“ Mengapa ibu berhentikan guru itu, supaya tahu. Dia itu jatah saya, saya yang kirim ke sekolah itu. Jadi ibu siap-siap untuk saya berhentikan dari kepala sekolah” Kisah Florince mengulang pembicaraan Mase melalui jaringan selluler.
Florince merasa heran dan bingung penuh tanda tanya, kewenangan Mase sebagai apa sampai harus memberhentikan dirinya dari jabatan kepala Sekolah? Atau apa hubungannya dengan si guru perempuan itu sehingga Mase harus berani bela mati-matian meskipun karakter dan tindakan guru yang dibela sudah tidak dapat diertahankan lagi sebagai guru di sekolah itu?
Florince dengan diperhadapkan pada situasi yang sangat dilematis ini sudah pasti dalam sistim organisasi pemerintahan Dia harus bangun komunikasi dan koordinasi secara vertikal dengan kepala dinas pendidikan dan bupati kupang.

Hasil dari komunikasi dengan bupati dan kepala dinas pendidikan dapat menunjukkan bahwa sikap tegas dan bijaksana yang diambil Florince adalah langkah terbaik dalam menyelamatkan lembaga pendidikan yang sedang dipimpinnya.
Anis Mase oleh Florince bukanlah seorang figure publik di kabupaten Kupang yang patut dicontohi namun sebaliknnya Anis Mase adalah seorang yang tidak tahu etika dalam membangun komunikasi.Hal ini ditunjukkan oleh Anis Mase dengan Gerang dan kasarnya dia menelepon Florince dengan tujuan mempertahankan guru yang tidak bermoral. Dalam kebingungan florince bertanya siapakah Anis Mase yang tidak tahu etika ini? Kepada siapakah Florince harus taat dan tunduk? Bukankah kepada Kepala dinas pendidikan dan Bupati sebagai atasan langsung?

“ Anis Mase anggota DPRD yang terhormat,wakil ketua II DPRD Kabupaten Kupang dan sudah tiga periode ada di lembaga terhormat itu. Mengapa anda tidak tahu bagaimana jalur komunikasi yang baik dan benar?” Tutup Florince penuh kecewa.
Hal senada juga disampaikan Ketua Komite SMPN Fatuleu Kabupaten Kupang,Johanes Taek,S.Kom,M.Si bahwa sebagai lembaga pendidikan tentunya nilai-nilai kesantunan,tata krama dan kharakter menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam seluruh proses belajar-mengajar di sekolah itu. Sehingga langkah yang diambil Florince merupakan tindakan tepat sebagai upaya penyelamatan sekolah.

“ saya sebagai ketua Komite sekolah sangat mendukung langkah yang ditempuh ibu kepsek dalam memberhentikan dua guru yang selama ini menjadi virus berbahaya di sekolah ini” Ungkap Taek singkat.(Frengco)***

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

No More Posts Available.

No more pages to load.