Kisah Inspiratif Om Ba’i : “Usaha Kecil Dengan Keuntungan Meroket”

oleh -36 Dilihat

Baun,HRC- “ Kesuksesan memerlukan Visi untuk melihat,iman untuk percaya dan Keberanian untuk melangkah itulah yang menjadi prinsip hidup pria kelahiran Amarasi disebut Om Ba’i yang dikenal sebagai pemilik se’i Babi Baun.

Se’i Babi Om Ba’i atau Se’i Babi Baun adalah daging sapi asap yang paling terkenal di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ) Indonesia.

Bagaimana sejarah terciptanya Se’i Babi Om Ba’i yang merupakan salah satu menu khas Provinsi NTT ini?

Kuliner khas NTT, daging babi asap Se’i Babi Baun Om Ba’i 

Berikut  kisahnya, diceritakan langsung oleh pemilik Se’i Babi Om Ba’i, Gaspar Tiran alias Om Ba’i kepada Hak Rakyat.com beberapa waktu lalu.

Tahun 1997, Gaspar Tiran alias Om Ba’i, yang baru berusia sekitar 25 tahun, nyaris putus asa dan bingung karena puluhan kilogram daging babi se’i dagangannya tidak laku terjual. Saat itu, Om Ba’i hanyalah penjual daging babi keliling dan penjual se’i babi yang dibakar.

Kondisi itu membuat suami dari Latvini Tiran-Timuneno ini hanya terbaring lemah di balai-balai kayu dan melamun sambil menatap daging babi yang digantungnya di kayu rumahnya. Yang ada di pikirannya hanya bagaimana cara membuat daging se’i babi ini laku terjual sehingga modalnya bisa kembali.

Selang beberapa saat termenung, Om Ba’i, melihat ada sebuah lampu kristal tepat di atas kepalanya. Lalu terdengar suara halus berbisik di telinganya mengenai cara yang harus dilakukan terhadap puluhan kilogram daging babi yang tidak laku itu.

“Saya tidak bisa berkata apa-apa saat melihat lampu kristal itu. Lalu saya dikasih tahu bagaimana cara yang bagus untuk membuat se’i babi. Pakai bahan apa, bagaimana cara bakar dan proses seperti apa. Lalu suara itu mengatakan, buat seperti itu dan kamu akan berhasil setelah melewati tantangan ke depan. Suara itu bilang tunggu saja kejutan besok pagi,” tutur Om Ba’i mengenang.

Setelah itu Om Ba’i kaget dan langsung mengingat kembali apa yang dilihatnya itu lalu dan mulai mempraktekannya. Keesokan harinya, pada hari Minggu, tepatnya hari raya Imlek Om Ba’i mulai meracik se’i babi seperti dalam petunjuk.

Dan, ia terkejut setengah mati. Karena saat waktu keluar gereja, Om Ba’i kedatangan begitu banyak orang dari luar Baun untuk membeli se’i babi. Hari itu, daging babi yang dibuat se’i laku terjual semua.

Sejak saat itu, usaha se’i babi Om Ba’i mulai berkembang pesat hingga saat ini. Itulah asal mula bagaimana Om Ba’i mulai memproduksi se’i babi yang saat ini terkenal dengan nama Se’i Babi Baun Om Ba’i, yang berada di Baun, Kabupaten Kupang, sekitar satu jam perjalanan dari Kota Kupang.

Saat ini produksi ‘Sei Babi Baun Om Ba’i sudah tersebar hingga ke sejumlah daerah di NTT.

Bahkan hingga Jakarta, Surabaya, Malang. Se’i Babi Baun Om Ba’i, juga diimpor hingga ke Singapura, Hongkong, Australia dan Timor Leste. “Saya punya pelanggan di sana. Dan, mereka order, saya kirim,” kata Om Ba’i, ditemui di tempat usahanya

selanjutnya pada akhir tahun 2020, bersamaan dengan Pandemi yang melanda Dunia membuat sektor
usaha kuliner ikut anjlok, tidak membuat niat kami
suami-istri untuk menyajikan olahan Sei yang merupakan makanan Khas NTT
tidak terbatas pada bahan baku daging babi tetapi juga pada daging sapi,
maka kamipun mencoba meracik bumbu dengan daging sapi dan alhasilnya sungguh nikmat
Sei Sapi yang dihasilkan dan kamipun menyiapkan tempat terpisah dari pengolahan.

Ada perbedaan mencolok antara RM Se’i Babi Baun Om Ba’i dengan di Kota Kupang. RM Se’i Babi Baun Om Ba’i, pengelolaan proses pemanggangan menggunakan tradisional kayu sehingga menciptakan aroma khas daging.

” Kami disini, mengutamakan rasa. Itulah yang membuat kami berbeda yakni proses pemanggangan kayu bukan besi” Ungkap Om Ba’i.

Wisatawan di lokasi Kuliner khas NTT, daging babi asap Se’i Babi Baun Om Ba’i di Baun, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Indonesia.

Tepatnya di Kampung Nunraen, Kelurahan Teunbaun, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang.

Dirinya mengakui dengan usaha kuliner ini dirinya dapat memenuhi semua kebutuhan keluarga, pendidikan anak dan juga membayar gaji karyawan.

” Usaha ini telah membantu saya sehingga mampu menyekolahkan anak saya seorang dokter, pegawai pajak dan juga yang bungsu masih bersekolah” Tutur Om Ba’i.

Diakhir dialog Om Ba’i berpesan kepada generasi muda untuk terus bekerja keras dengan tekad dan pola pikir maju sehingga bisa berkembang.

” Kesuksesan memerlukan Visi untuk melihat,iman untuk percaya dan Keberanian untuk melangkah” Tegas Om Ba’i.

” kami kedepannya akan Menamakan warung kami menjadi “WARUNG TOLERANSI”. tutup Om Ba’i.

(Eshy)***

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

No More Posts Available.

No more pages to load.