Peringatan Satu Abad Mangkatnya  Yang Mulia Baginda Raja Sobe Sonba’i III: Pijakan Kebangkitan Kembali Budaya Masyarakat Timor Raya Di Mata Dunia

oleh -39 Dilihat
Para Baginda Raja,Fetor dan Amaf Sedaratan Timor Berpose bersama Ketua FSKN Dalam Momen Peringatan 100 tahun mangkatnya Baginda Raja Sobe Sonba'i III

Kefamenanu,HRC- Peringatan seratus tahun mangkatnya yang Mulia Baginda Raja Sobe Sonba’i III,Senin,(22/8/2022) di Sonaf Kokoh Kota Kefamenanu,TTU -NTT merupakan dasar pijakan kembangkitan kembali spirit budaya masyarakat Timor Raya di mata dunia.Peristiwa ini merupakan momentum meningkatkan rasa persaudaraan sekaligus memperkokoh tali silahturahmi diantara generasi penerus warisan pejuang-pejuang kemerdekaan bangsa ini dari penindasan kekuasaan jajahan bangsa Kolonial.

Terlepas dari meretas tali persaudaraan juga peristiwa peringatan 100 tahun mangkatnya Raja Sobe Sonba’i III merupakan momentum pembelajaran bagi generasi kini untuk mengingat jasa perjuang heroik seorang Raja Sobe Sonba’i III yang dengan gigih mempertaruhkan hidupnya untuk membela tanah Timor dari penjajahan bangsa barat khususnya bangsa Belanda dan sekutu-sekutunya.

Sekretaris Panitia Pelaksana,Ar.Dextra Piterson Mayok,IAI Menyampaikan Laporan Kegiatan

Sambutan Ketua Panitia penyelengara melalui sekretaris panitia,Ar.Dextra Piterson Mayok,ST.IAI mengatakan kegiatan penyelenggaraan peringatan 100 tahun mangkatnya baginda Raja Sobe Sonba’i III didukung penuh pendanaannya dari pihak keluarga besar anak-cucu Sonba’i dan juga dari beberapa pihak pendukung seperti Pemerintah Provinsi NTT,Pemerintah Kabupaten TTU,Bank NTT cabang Kefamenanu,Diler Mobil Zuzuki Kefamenanu dan pihak lain secara suka-rela yang tidak sempat disebutkan satu per satu.

“Perlu saya katakan disinih bahwa dalam waktu yang sangat singkat kegiatan ini dapat terlaksana.Awalnya kami panitia menyusun anggarannya dimana tercatat Rp 300-an juta dan syukur seluruh keluarga besar Sonba’i ikut berkontribusi. Juga beberapa pihak yang dapat mendukung terlaksananya kegiatan ini” Ungkap Dextra.

Lebih lanjut Dextra mengatakan berbicara tentang Raja Sobe Sonba’i III adalah menjadi milik masyarakat nusantara pada umumnya  dan secara istimewa milik masyarakat Timor pada umumnya dan bukan lagi menjadi milik kalangan sendiri keluarga Sonba’i.

Ketua Kerukunan Silahturahmi Kraton Nusantara(FSKN),Brigjen Pol (Purn)Andi A.A Mapparessa Saat memberikan Sambutan

Hal yang sama disampaikan Ketua Kerukunan Silahturahmi Kraton Nusantara(FSKN),Brigjen Pol (Purn)Andi A.A Mapparessa bahwa peringatan 100 tahun mangkatnya yang mulia baginda Raja Sobe sonba’i III sesungguhnya membuka tabir harkat dan martabat bangsa terkhusus harkat dan martabat rakyat Timor dalam menggali asal-muasal dan akar kehidupan sebagai cerminan dan pedoman hidup dalam menata hidup di era dan zaman terkini.

“Peringatan satu abad mangkatnya yang mulai baginda raja sobe sonba’i III yang jatuhnya tepat hari ini merupakan momentum bersejarah yang akan senantiasa dikenang dalam perjalan sejarah hidup bangsa terkhusus perjalanan hidup daerah Timor pada umumnya.Peristiwa hari ini adalah momentum pembelajaran bagi kita generasi penerus estafet perjuangan dan kepemimpinan Raja Sonba’i III yang dengan jiwa kepahlawanan melawan bangsa penjajah hingga akhir hayat hidupnya tanpa mengenal sikap kompromi apalagi terlibat kerjasama sebagai penjilat Belanda. Raja Sobe Sonba’i III dikenang sebagai tokoh pahlawan sejati orang Timor yang semasa hidupnya selalu menentang penjajah dan tidak pernah menandatangani kesepakatan kerjasama dengan bangsa belanda.Sikap inilah yang harus dilanjutkan oleh generasi penerus Sonba’i di tanah Timor” Ungkap Putera Sulawesi Selatan ini.

Mewakili keluarga besar Sonba’i Timor ,Hendrikus F.Bana,SH dalam sambutan sekapur-sirih

Mewakili keluarga besar Sonba’i Timor ,Hendrikus F.Bana,SH dalam sambutan sekapur-sirih mengatakan peristiwa peringtakan satu abad mangkatnya Usi Kesel Liurai Sobe Sonba’i III menjadi momentum bersejarah dalam mengenang pahlawan sejati yang semasa hidupnya telah mengorbankan seluruh hidupnya dalam membela dan memperjuangkan harkat dan martabat bangsanya di mata bangsa penjajah. Bahkan kisah kehidupan pahlawan sejati ini bahwa prinsip dan perjuangan untuk tetap mempertahankan harkat dan martabat bangsanya hingga tidak pernah menandatangani kesepakatan kerjasama bangsa asing/penjajah inilah yang dapat menghantar perjuangannya dikenang hingga detik ini.

“Bangsa yang besar dan kuat adalah bangsa yang berbudaya.Bangsa yang tahu akan sejarah asal-usulnya itulah yang akan menjadi bangsa yang bermartabat dan berharga di mata dunia. Hari ini kita merayakan peringatan 100 tahun mangkatnya Usi Kesel Liurai Sobe Sonba’i III sesungguhnya menjadi momen berharga bagi sejarah perjalanan daerah Timor dan secara istimewa adalah momen berahmat bagi perjalanan generasi emas Sonba’i. Usi Kesel Liurai Sobe Sonba’i III adalah tokoh pahlawan Timor yang dikenang karena jasa heroiknya melawan bangsa penjajah. Berkat perjuangnya yang tidak mengenal kompromistis maka hari ini di tempat ini kita mengenang jasanya sebagai pahlawan sejati sekaligus sebagai raja di tanah Timor”. Ungkap Usi Hend salah satu turunan Raja Sonba’i  garis turunan ibu dari Sonaf Fatumnutu-TTS yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara.

Peringatan 100 tahun mangkatnya baginda raja Sobe Sonba’i III diisi juga dengan membacakan napas tilas perjalan yang mulia baginda Raja Sobe Sonba’i oleh salah satu putera turunan Sonba’i Sonaf Fatumnutu, Usi Jemris Sonba’i. Dalam kisah napak tilas tersebut mengisahkan bahwa Raja Sobe Sonba’i  lahir dan besar di Kauniki kecamatan Takari Kabupaten Kupang.Dalam perjalanan kariernya sebagai pahlawan dan Raja,Dirinya mengalami penindasan oleh bangsa kolonial hingga diasingkan selama bertahun-tahun di Pulau sumba.

Jemrys Sonba’i dari Sonaf Fatumnutu-TTS membacakan Napak tilas siarah perjuangan Baginda Raja Sobe Sonba’i III

Bangsa penjajah(Belanda) merasa terganggu dengan gerakan perjuangan Raja Sobe Sonba’i III hinga akhirnya berbagai alasan oleh Belanda,Raja Sobe Sonba’I III ditangkap lagi di Kauniki dan dibawah ke Kupang untuk diadili melalui mahkama pengadilan Belanda di Kupang dan akhirnya baginda Raja Sobe Sonba’i III dijatuhi hukuman penjara hingga dipenggal kepalanya oleh Belanda.

Jasadnya dimakamkan secara tersembunyi sampai akhirnya melalui perjuangan keras keluarga Sonba’I berdasarkan ilham dan petunjuk-petunjuk yang ada,makam baginda Raja sonba’i III ditemukan di Kota Kupang tepatnya di Kelurahan Fontein (Belakang Rumah JabatanWakil gubernur NTT).

Raja Sobe Sonbai III adalah Raja yang memberikan panutan hidup hingga akhir hidupnya. Perjuangan dan seluruh hidupnya menjadi teladan bagi bangsa dan negara dan secara istimewa hidupnya dipersembahkan secara utuh bagi keutuhan pulau Timor. Untuk itulah, jasa,perjuangan dan pengorbanannya menjadi hidup yang tiada mengalami kepunahan dari zaman ke zaman.

Yang mulia baginda Raja Sobe Sonba’i III bukan lagi menjadi milik satu kelompok akan tetapi menjadi bunga bangsa yang harum semerbak di negeri ini secara khusus di tanah Timor.

Peringatan 100 tahun mangkatnya yang mulia BagindaRaja Sonba’i III dihadiri oleh perutusan seluruh raja di Timor termasuk Perwakilan Timor Leste,Ketua,sekretaris dan badan pengurus FSKN,Perwakilan Gubernur NTT,Perwakilan Bupati TTU,Wakil Bupati Malaka,Kasdim 1618 TTU,Kabag Ops Polres TTU,Raja dan Fetor sedaratan Timor serta turunan Raja Sonba’i sedaratan Timor.

Pantauan media Independen Hak Rakyat.com pada kegiatan syukuran memperingati 100 tahun mangkatnya Yang mulai Raja Sobe sonba’i III diawali dengan tarian penjemputan tamu dan berbagai kegiatan atraksi hiburan lain yang dapat memyemarakkan suasana perayaan menjadi hidup.

Acara dipandu oleh Dr.Sulastri Benufinit yang adalah antropolog,pengajar pada universitas Muhamadyah Kupang ini menghantar suasana perayaan menjadi sungguh terasa hikmat dari sebuah acara adat. (Frengco)***

 

 

 

 

 

 

 

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

No More Posts Available.

No more pages to load.