SMPN 12 Kota Kupang : Pembenahan Pembangunan Sarpras Tetap Berkelanjutan

oleh -34 Dilihat
Kepala sekolah SMPN 12 Kota Kupang,Elisabeth Lensi,SPd

Kupang,HRC- Sarana- Prasarana (Sarpras) Pendidikan turut menentukan kemajuan pendidikan pada satu lembaga pendidikan,mutu pendidikan pun turut didukung dengan adanya Sarpras yang memadai.

Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 12 Kota Kupang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dari Dinas Pendidikan Kota Kupang yang menyelenggarakan khusus tentang pelaksaanaan pendidikan menengah di Kota Kupang.

Kepala sekolah SMPN 12 Kota Kupang,Elisabeth Lensi,SPd ditemui Tim media independent Hak Rakyat di ruang kerjanya Jumat,(23/7/2021) mengatakan terkait pembenahan pembangunan fisik sarana-prasarana seperti gerbang dan pagar sekolah sedang dibangun secara bertahap.

“Setelah saya ada disini saya berjuang bersama dewan guru dan orang tua siswa untuk membangun secara bertahap. Kami melihat hal-hal yang menuntut di sekolah ini harus segera kami atasi seperti pembangunan gerbang sekolah dan beberapa sarana-prasarana lainnya”Ungkap Lensi.

Terkait pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar khusus tahun ajaran baru 2021-2022 sekolah ini masih tetap menerapkan system pembelajaran online dikarenakan pandemic covd-19 belum berlalu.

Menjawab media ini terkait banyaknya kuota penerimaan siswa baru tahun ajaran 2021-2022 menurut Lensi kuota yang tersedia sebanyak 320 siswa yang terbagi dalam 10 rombogan belajar (Rombel)namun karena factor pandemic tidak mencapai kuota yang ditargetkan yakni 266 siswa yang saat ini telah resmi terdaftar menjadi siswa kelas VII SMPN 12 Kota Kupang.

“Kami mengalami minus satu Rombel karena kondisi yang tidak memungkinkan ada siswa yang daftar secara online namun tidak datang melapor kepihak sekolah”Terang Lensi.

Namun tambah Lensi dari pihak sekolah tetap siap menerima siswa baru yang telah mendaftar secara online apabila mereka datang melapor ke pihak sekolah.

Perlu di ketahui bahwa SMPN 12 Kota Kupang merupakan salah satu sekolah yang berada pada zona perbauran kehidupan masyarakat yang majemuk sekaligus berada di tengah-tengah kehidupan masyarakat tradisionil yang mana komunikasi sosial pendidikan perlu dibangun terus- menerus. Untuk itu menurut Lensi telah membangun komunikasi degan seluruh pihak masyarakat yang punya kompeten termasuk orangtua siswa dalam membangun sekolah ini.(Frengco/Eshy)  

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

No More Posts Available.

No more pages to load.